12 May

Keberhasilan Mobile Marketing KLM

Keberhasilan Mobile Marketing KLM

KLM telah lama dikenal sebagai pemanfaat digital marketing sebagai salah satu kanal marketing andalannya. Mereka menunjuk Karlijn Vogel-Meijer sebagai social media manager. Namun untuk kanal mobile, ini baru pertama kali. Berikut tujuan kampanye via mobile-nya.

  • Ingin meyakinkan pelanggan bahwa booking lewat mobile sangat mudah, cepat dan dapat diandalkan. KLM ingin mengubah perilaku pelanggannya, dan membangun kepercayaan dalam booking tiket penerbangan lewat situs mobile-nya atau KLM app.
  • Mereka ingin menguji beberapa teknik marketing mobile yang baru seperti passbook, pemberitahuan berdasarkan lokasi (location based notification) dan target ulang pengguna lewat mobile.

Dalam kampanyenya selama 3 minggu, KLM menawarkan insentif akses lounge-nya secara gratis bagi setiap orang yang menggunakan booking via mobile. Untuk pengguna Apple, mereka menawarkan kuponnya via passbook, sedangkan pengguna Android ditawarkan lewat Google Wallet.

 

Aplikasi ini lalu mengirimkan pemberitahuan berdasarkan lokasi saat pelanggan berada di sekitar lounge, akan diingatkan untuk menggunakan kupon. KLM membuat halaman yang responsif yang menampilkan berapa banyak voucher yang diklaim.

Hasil

Kampanye yang menargetkan UK, Belanda dan Jerman ini memberi hasil cukup menggembirakan. KLM melihat ada peningkatan 17% ke situs mobile-nya, peningkatan 34% dalam booking dan peningkatan 35% pendapatan dari mobile. e.

Trafik yang masuk bisa dipecah berasal dari kanal-kanal berikut:

  • 46.6% banner mobile.
  • 35.4% media sosial
  • 13.1% search engine advertising (SEA).
  • 2.3% newsletter.
  • 2.8% lainnya.

Pilar

Upaya mobil marketing KLM, yang memberikan sedikit sentuhan dari kanal yang ada terbukti efektif dalam peningkatan di beberapa lini. Pelaksanaan tersebut di lakukan atas prinsip-prinsip dan pilar dalam digital marketing yang mereka jalankan. Dalam menjalankan kampanye di digital, KLM menjalankan 3 pilar.

Pelayanan:

Menjawab setiap pertanyaan yang diajukan pelanggan. KLM berkomitmen untuk menjawab di bawah 1 jam dan mencari solusi dalam 24 jam. Mereka memberikan layanan dalam 7 bahasa.

Brand & Engagement:
Setiap konten yang dihasilkan di kanal digital dibuat atas kerjasama bagian corporate communication dan tim marketing.

Commerce:
Pada akhirnya, setiap kampanye akan direlasikan dengan penjualan, terutama ecommerce. Setiap penawaran yang diberikan harus relevan dengan audiens yang berujung pada peningkatan pembelian tiket pesawat. Dalam setiap penawaran, pastikan bahwa penawarannya unik dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing audiense. Tidak digeneralisasi secara keseluruhan.

Sumber:

  • https://econsultancy.com/blog/66171-six-useful-mobile-marketing-case-studies/
  • http://www.marketingtechnews.net/news/2013/mar/07/klm-3-pillars-successful-social-media-strategy-smwf/
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Bar-coded_boarding_pass
31 Mar

Membuat Mercedes-Benz sendiri di Instagram

Saat menggunakan Instagram, apa yang muncul dalam benak Anda untuk bisa mengampanyekan sesuatu lewat media ini? Yang paling jamak adalah kontes foto dengan tagar. Dan kreativitas hanya seputar konten dari foto tersebut. Tapi kampanye Instagram yang dibuat oleh Mercedes-Benz ini berbeda.

Dengan sedikit kreatifitas teknis ditengah keterbatasan, pengguna dapat membuat model Mercedes-Benz seri GLA mereka sendiri. Simak video di atas.

Konsep ini memang bukan sama sekali baru. Ikea pernah melakukannya lewat Instagram Catalogue Website – Ikea PS 2014 (koleksi 34 desainer), dengan membuat tag langsung ke produk pada setiap katalog yang mereka posting di Instagram. Namun kampanye yang dikerjakan oleh agency Razorfish ini, bisa dibilang pertama di bidang otomotif.

GLA sendiri memang menyasar pada millenial, generasi baru. Sebagai lini yang menggabungkan off road (G dari GLA adalah geländewagen yang berarti kendaraan luar ruangan) dengan seri A, brand ini pernah melakukan branding dengan permainan terkenal dari Nintendo, MarioKart 8.

 

Ingin bermain langsung dan membuat seri GLA Anda sendiri? Silakan coba di GLA Build Your Own.

20 Mar

Konvergensi, Salah Satu Digital Marketing Trend 2015

Konvergensi, Salah Satu Digital Marketing Trend 2015

Menurut prediksi Marketing Sherpa, konvergensi adalah salah satu digital marketing trend yang patut dilirik di 2015. Konvergensi berarti upaya marketing menjadi konvergen, saling mengisi, antara marketing, teknologi dan produksi. Dan ini semakin tidak terlihat peran masing-masing baik antara pemilik brand, marketer dan agency. Berikut beberapa contohnya:

Curve oleh Getty Images

Getty Images adalah perusahaan penyedia stok foto. Di akhir tahun 2015, mereka meluncurkan Curve, yang didesain untuk memberikan inspirasi dan advis dalam menggunakan bahasa visual serta insight bagi pengembangan strategi brand milik pembacanya. Layanan ini konvergen dengan layanan utamanya sebagai penyedia gambar. Mereka mengembangkan konten, seputar produk yang mereka miliki.

curves-by-gettyimages

Red Bulletin dari Red Bull

Sejak 2007, Red Bull meluncurkan Red Bull media house yang bertugas memproduksi seluruh materi marketing dari Red Bull. Semenjak itu mereka agresif membuka kanal via Youtube, yang memiliki 3.7 juta pelanggan. Beberapa video yang mereka produksi, sempat menjadi viral seperti Felix Baumgarten Supersonic Free Fall, dan Dany MacAskill way back home. Red Bulletin merupakan upaya mereka dibidang cetak, disebarkan dalam format PDF dan sirkulasi mencapai 2.2 juta. Di bidang konvergensi dalam content marketing, bisa dibilang Red Bull salah satu rajanya.

red-bulletin

Dari dua contoh di atas, bagaimana kita sebagai pemilik brand dapat mengoptimalkan konvergensi media? Berikut beberapa tipsnya:

  1. Konten berkualitas adalah keharusan
    Dalam dunia digital, konten adalah raja. Semakin banyak kontennya, semakin berkualitas maka akan semakin memperkokoh strategi marketingnya.
  2. Tidak menempatkan produk sebagai sentral, namun pelangganlah pusatnya
    Menurut Mark Collier dari Red Bull, kunci yang selalu mereka pegang adalah seluruh materi, komunikasi dan effort marketing adalah bagi pelanggan dan apa yang penting bagi mereka. Produk merupakan hal yang sekunder, pendukung dalam segala aktivitas mereka.
  3. Manfaatkan seluruh media yang ada dengan fungsi masing-masing
    Fungsi masing-masing kanal dalam digital harus dipahami. Social Media sebagai alat bercakap-cakap. Website sebagai playground, ujung
17 Mar

Video Viral Air New Zealand

Salah satu agenda rutin sebelum terbang adalah pertunjukan video tentang keamanan penerbangan. Ini adalah bagian dari peraturan. Namun Air New Zealand mengemasnya dalam bentuk lain, dan dipublikasikan via Youtube. Dalam sekejap, video ini menjadi viral dan memperoleh view 16 juta  dalam seminggu. Video viral ini berjudul The Most Epic Safety Video Ever Made. Air New Zealand memang sudah sejak lama menggunakan tema fiksi jaman pertengahan Lord of The Ring. Dalam beberapa tahun terakhir, Sir Peter Jackson merilis seri-seri awal petualangan Hobbit, dan itu dimanfaatkan betul oleh Air New Zealand. Sebagaimana kita tahu, perkampungan Hobbit yang ada di film tersebut mengambil tempat di New Zealand.

Hingga tulisan ini dibuat, video viral keamanan penerbangan Air New Zealand ini telah memperoleh view 14,199,513. Mereka juga menggunakan hashtag #airnzhobbit. Selain merupakan iklan yang paling banyak ditonton dari Air New Zealand, video ini juga diulas di media internasional seperti CNN, NBC News, the Daily Mail dan The Telegraph.

Video berdurasi empat setengah menit ini, selain mempromosikan keamanan penerbangan, Air New Zealand, juga pariwisata di New Zealand. Apa hasilnya? Airline tersebut mencatat peningkatan 29% keuntungan interim sebesar NZ$ 180 juta dan diperkirakan akan naik hingga NZ$ 300 juta hingga akhir tahun.

Kedatangan turis ke New Zealand juga meningkat 7.3 persen, menjadi 2.77 juta di dua belas terakhir hingga Februari 2014. Dan ini merupakan rekor bagi negara dengan penduduk 4 juta orang ini. 14% turis mengatakan bahwa film The Hobbit merupakan faktor utama mengapa mereka mendatangi negara ini.

03 Mar

Studi Kasus: Email Marketing Sony Playstation

Studi Kasus: Email Marketing Sony Playstation

Di tahun 2012, Sony menjalankan kampanye via email marketing untuk meningkatkan penjualan produknya PlayStation Vita pada saat Natal. Kampanye ini bertujuan untuk menjaring pengguna PlayStation Plus, pelanggan PS Vita yang sudah ada, dan pengguna PlayStation 3 (PS3) yang sudah tergabung dalam PS Network. Diukur dari ROI, hasilnya sungguh mengejutkan.

Isi email marketing yang mereka kirim, dibuat sesuai dengan profil masing-masing pengguna. Misalnya untuk pelanggan PlayStation Plus, memperoleh tambahan konten-konten yang bisa didownload. Sementara untuk pengguna PS3, mereka menawarkan game-game yang bisa dimainkan antara PS3 dengan PS Vita. Untuk beberapa daerah tertentu mereka juga memberikan kupon untuk bisa mendapatkan potongan harga. Misalnya untuk daerah DACH (wilayah eropa yang menggunakan bahasa Jerman), mereka memberikan voucher Amazon, sementara daerah lain diberikan kupon yang terlampir di email untuk ditukarkan di toko setempat.

Setiap pelanggan menerima email ini sebulan sekali, selama beberapa bulan sebelum natal.

Hasilnya bisa diringkas sebagai berikut:

  1. Email marketing ini menjangkau 4.2 juta audiens di 16 wilayah
  2. Dari 1.1 juta orang yang membuka email, 9,236 terhubung via Vita Console.
  3. Dari budget sekitar Rp. 73 juta, memperoleh ROI sebanyak 580x dari total rupiah yang dihabiskan.

Jadi, email marketing dengan pendekatan yang spesifik dapat memberi ROI yang sangat tinggi. Kampanye yang dijalankan oleh PlayStation tersebut mencakup 3 prinsip vital dalam menjalankan email marketing:

  1. Urgensi
    Email marketing harus menekankan sense of urgency. Misal: promo ini hanya berlaku pada saat natal. Jika tidak diambil tidak akan muncul lagi.
  2. Detail
    Mereka membagi-bagi pelanggan berdasarkan karakter dan geografi, lalu memberikan penawaran yang berbeda untuk masing-masing.
  3. Data
    Adanya penawaran yang detail dengan bentuk penawaran yang berbeda, karena didukung data yang kuat. Sebelum menjalankan kampanyenya, pihak Sony telah mengetahui karakter pengguna di daerah DACH yang berbeda dengan daerah lain.
26 Feb

Studi Kasus: Komunikasi Brand via Film Love and Faith

Studi Kasus: Komunikasi Brand via Film Love and Faith

Perusahaan serius seperti bank, seringkali kesulitan dalam mengomunikasikan brandnya. Terutama untuk bank-bank yang memberi layanan bisnis. Bagaimana bisa membawa brand-nya kepada pelanggan? Sementara komunikasi brand yang efektif biasanya dibungkus dalam story telling. Cerita-cerita di balik brand. Dan ini yang seharusnya dimanfaatkan Bank OCBC-NISP, yang menggunakan kisah nyata kegigihan pendirinya, Karmaka Suraudjaja (Kwee Tjie Hoei) yang diangkat menjadi identitas brand. Kisah hidupnya telah diangkat via film Love and Faith.

Bank NISP berdiri sejak 4 April 1954.  Pada 1981, sempat berganti nama menjadi NV. Spaar En Deposito yang diuraikan sebagai Bank Nilai Inti Sari Penyimpan (disingkat NISP), bank ini kemudian lama dikenal sebagai Bank NISP. Karmaka memperoleh amanah memimpin bank ini dari mertuanya saat perusahaan diambang pailit pada masa peralihan dari orde lama ke orde baru. Karmaka berhasil memukul mundur jajaran direksi nakal dan menggiring mereka diproses kejaksaan, bahkan, karena dipandang sebagai kasus perbankkan penting di tahun itu. Dalam perjalannya, Karmaka sempat mengalami percobaan pembunuhan tiga kali.

Yang perlu digarisbawahi di sini, adalah penggunaan media alternatif sebagai komunikasi marketing. Penggunaan yang lazim film adalah sebagai media placement. Selama ini kita sering melihat di film James Bond, berseliweran merk jam dan mobil.  Sebut saja Bentley, Aston Martin, Range Rover, Audi dan BMW. Lalu Rolex, Tag Heuer, Seiko di Film Casino Royale. Dilaporkan di tahun 2006, placement di Film ini mencapai £3.3 milyar. Jumlah yang cukup fantastis.

Namun dalam kasus Film Love and Faith berbeda. Bukan placement, tapi cerita itu sendiri yang menjadi key message komunikasinya.

Film Love and Faith yang mengisahkan perjalanan hidup pendiri bank OCBC-NISP ini diangkat dari buku ‘Tidak ada yang tidak bisa’ dari Dahlan Iskan. Akan dirilis Maret 2015 ini. Dengan kisah yang penuh warna, OCBC NISP dapat ‘amunisi’ yang cukup banyak untuk komunikasi marketingnya. Dalam konteks digital, story seperti ini kaya sekali jika ingin diangkat sebagai content. Terutama engagement. Sayangnya hingga tulisan ini dibuat, materi-materi yang ada belum dioptimalkan pemanfaatannya via digital. Padahal jika mereka menggunakannya, akan menjadi pionir yang dapat dicatat dalam sejarah marketing baik konvensional maupun digital.

 

Original Soundtrack Film Love & Faith – Seperti Legenda

Sumber:

  1. Film Love and Faith
  2. Profil Bank OCBC-NISP
18 Feb

Studi Kasus: Marketing di Facebook Peroleh ROI 450%

Studi Kasus: Marketing di Facebook Peroleh ROI 450%
Sebagai pembuat sepatu kesehatan, Gravity Defyer menawarkan teknologi alas kaki canggih dipatenkan di setiap produk yang dijual. Misinya adalah untuk membantu setiap orang mencapai tingkat kinerja baru, melindungi tubuh mereka dan hidup bebas rasa sakit. Dalam studi kasus kali ini, kami ingin menampilkan bagaimana Gravity Defyer melakukan marketing di Facebook dan memperoleh ROI 450%.

Pelanggan

Target Gravity Defeyer awalnya adalah orang dewasa 45 sampai lebih dari 50, namun tim pemasaran diberi target yang lebih luas. Tim mengerti betapa pentingnya kesehatan kaki untuk seseorang secara keseluruhan kesejahteraan dan berusaha untuk mengajarkan pelangganya seputar pencegahan masalah kesehatan yang datang  20 sampai 40 tahun ke depan karena aktivitas fisik yang buruk.

Bagi pelanggan yang lebih dewasa (senior), perusahaan bertujuan untuk membantu dalam mengurangi ketidaknyamanan dan rasa sakit dan untuk membantu mereka menemukan sepatu yang lebih nyaman yang cocok kegiatan sehari-hari mereka.

Tantangan

Dengan tujuan untuk menargetkan audiens yang lebih luas, tim pemasaran di Gravity Defyer beralih ke media sosial untuk mendapatkan brand awareness lebih. Tim ini menilai Facebook merupakan saluran yang efektif untuk fokus pada identitas merek, layanan pelanggan dan menargetkan pelanggan untuk pemasaran. Mereka ingin menggunakan Facebook untuk secara langsung berbicara dengan pelanggan dan memastikan setiap layanan pelanggan yang ditangani melalui kanal tersebut.

Sebagai langkah konkritnya, Tim Gravity Defyer memanfaatkan promoted post untuk menjangkau lebih banyak orang dengan tujuan akhir untuk menaikkan pendapatan. Langkah itu dimulai sejak 2013 meskipun mereka sudah hadir di Facebook semenjak 2012.

Kampanye Marketing di Facebook

Light dan Sarah Olea, Public Relations Manager Gravity Defyer, menjelaskan, mereka memanfaatkan direct response marketing (pemasaran respons langsung) untuk sebagian besar aktivitas bisnisnya. Namun, tim juga ingin menggunakan metode respon langsung yang sama untuk menambahkan iklan dan pemasaran ke akun Facebook. Tujuannya adalah untuk memulai kehadiran di Facebook, menargetkan basis pelanggan saat ini dan mulai memperluas demografi dengan menjangkau khalayak yang lebih muda juga.

Langkah # 1. Membuat iklan Facebook

Light membuat iklan di Facebook dengan bantuan departemen kreatif internal. Iklan ini ditujukan ke khalayak yang sesuai dengan target yang telah mereka buat sebelumnya. Jika berkinerja baik, mereka teruskan. Dan jika buruk, akan mereka turunkan dan ganti baru. 

Iklan tersebut biasanya berisi gambar sepatu dengan informasi latar belakang seputar teknologi yang mendasarinya.  Light dan Olea mengecek kinerjanya tiap hari, mana iklan yang memilik jangkuan terbaik, dan tentu saja dibandingkan dengan kompetitornya. 

Untuk mendukung iklan, mereka melibatkan kegiatan lain yang berhubungan. Misalnya partisipasi pada jalan santai diabetes, dan hasilnya diposting di iklan maupun halaman Facebook milik perusahaan. Dalam satu kali tema kampanye mereka lakukan tiap minggu, sehingga berganti empat kali dalam sebulan. 

Iklan bertarget (Targeted Ad)

Untuk lebih spesifik dalam menuju target Gravity Defyer, mereka memanfaatkan Targeted Ad yang ada di Facebook. Fitur ini mengambil demografi saat orang menyukai halaman Facebook Gravity Defyer, dan mencari pengguna lain dengan karakteristik sama. Karakteristik ini mencakup usia, pendapatan rumah tangga, status perkawinan dan lokasi geografis. 

Langkah # 2. Mengembangkan konten organik

Konten organik merupakan salah satu konten terkuat di Facebook untuk menjalin engagement. Mereka berusaha membuat konten visual menarik, dan tematik. Tema-tema ini dibuat sesuai dengan kalender  PR dan kegiatan yang ada dalam peruahaan. Misalnya partisipasi dalam American Diabetes Walk, mereka mengundang khalayaknya untuk ikut berpartisipasi dan menyumbang dalam acara tersebut bersama tim mereka. 

Mereka juga memanfaatkan Bulan Kesadaran Diabetes di bulan November, dengan menyerahkan sepasang sepatu untuk para penderita. Dan terakhir, Light melibatkan blogger dalam program afiliasi dengan memberikan hadiah sepasang sepatu jika para blogger tersebut menuliskan review terhadap produk Gravity Defyer. 

Pada saat memilih blogger, Light memilih kategori blogger dengan tulisan-tulisan seputar gaya hidup dan kesehatan. Sepatu mereka seharga $150 – $300, relatif mahal, sehingga mereka memastikan bahwa blogger yang menerima sepatu tersebut memang memiliki pengaruh terhadap khalayaknya. Terhadap hal ini, mereka lebih memilih blogger dengan 500 pengikut namun loyal dengan blog yang ditulis dengan baik daripada pengikut 10.000 namun tidak memiliki konten terkait. Konteks sangat penting.

Langkah # 3. Tes posting untuk evaluasi efektivitas

A/B tersting adalah metode yang digunakan untuk mengukur efektifitas iklan. Mereka menggunakan gambar yang sama dengan keterangan yang berbeda. Dan untuk iklan dengan hasil terbaik, mereka akan mengembangkan lagi beranjak dari situ. Mereka juga menemukan bahwa konten dengan tanda seru dan emoticon lebih diterima oleh pelanggan, sehingga mereka alokasi dana lebih untuk jenis-jenis konten seperti ini.

Langkah # 4. Gunakan Facebook untuk layanan pelanggan

Sifat dua arah yang intensif di Facebook, dimanfaatkan Gravity Defyer sebagai layanan pelanggan. Banyak pertanyaan tentang produk yang diarahkan ke website e-commerce yang menyediakan barang yang mereka tanyakan. Jadi meskipun terjadi engagement, fungsi penjualan tetap mereka jalankan. Tentu saja sebelum dimulai, Light telah dibekali dengan ketrampilan menjawab keluhan, dan pengetahuan produk. Berfungsi Facebook sebagai saluran layanan pelanggan di mana penggemar Gravity Defyer sering posting pertanyaan tentang produk. Yang paling penting adalah, setiap pertanyaan harus terlacak, dan dijawab secepat mungkin.

Langkah # 5. Mencapai keselarasan internal

Dalam lebih baik memanfaatkan Facebook untuk layanan pelanggan, tim pemasaran berusaha untuk mencapai komunikasi yang efektif dengan departemen layanan pelanggan.

“Kadang-kadang bahkan Customer Service dapat mengetahui apakah [posting] bekerja sebelum kita meninjau laporan tersebut, karena mereka akan menelepon dan berkata, ‘Hei, banyak orang yang menyebut tentang posting ini atau tentang iklan ini,’” kata Olea .

Layanan pelanggan juga menerima pemberitahuan dari pelanggan jika kode kupon khusus disajikan dalam iklan atau email tidak bekerja dengan benar.

Dalam bersikap proaktif tentang prepping layanan pelanggan untuk panggilan, Light atau Olea akan memantau posting yang baik-baik di Facebook dan membiarkan perwakilan layanan pelanggan tahu di depan waktu mereka mungkin menerima panggilan pada orang-orang posting sehingga mereka sepenuhnya menyadari apa yang memerlukan promosi itu.

“Beberapa promosi kita jalankan di Facebook mungkin eksklusif untuk media sosial, dan sehingga beberapa orang mungkin melihat itu dan mengangkat telepon untuk menempatkan urutan yang sama. Jadi, Customer Service harus menyadari bagaimana untuk mengarahkan pelanggan baik kembali online atau mereka akan berjalan mereka melalui proses, “kata Olea.

Hasil

Dari kampanye tersebut, Gravity Defyer telah menaikkan dua kali lipat pendapatan dari Facebook selama 10 bulan terakhir. Mereka juga melihat, seperempat dari kunjungan ke website berasal dari Facebook. ROI yang didapat rata-rata 450%, dengan ROI yang naik turun berkisar antara 300% hingga 600%. Mereka juga telah dihubungi oleh Facebook untuk film video studi kasus di halaman testimonial di Facebook. Saran dari Olea, bahwa jawaban langsung dan komunikasi di Facebook telah membangun kesetiaan pelanggan, yang pada akhirnya berujung pada pendapatan yang konsisten.

Sampel Materi Kreatif

  1. Produk tinjauan posting blog
  2. Iklan Facebook

Sumber
Gravity Defyer

sumber artikel: Marketing Sherpa.