10 Apr

5 Subyek Email Efektif dengan Open Rate Tertinggi

5 Subyek Email Efektif dengan Open Rate Tertinggi

Dari sekian banyak email yang Anda baca, email mana saja dari pengirim yang tidak dikenal yang Anda buka? Secara reflek kita akan menekan tombol delete, hanya dengan membaca sekilas judul emailnya (pengirim biasanya diabaikan). Daftar berikut berkutat seputar copywriting. Judul seperti apa yang menarik perhatian?

1. Subyek berisi “Alasan Kenapa”

Orang cenderung ingin tahu alasan kenapa sesuatu itu dilakukan. Apalagi jika sesuatu itu bersentuhan dengan hidup mereka sehari-hari. Baik alasan secara khusus maupun alasan dengan angka, keduanya memiliki respon yang baik.

Contoh:

  1. Kenapa makan buah sebelum makan lebih baik daripada sesudahnya?
  2. 5 alasan Jokowi tidak mengetahui apa yang ditandatanganinya

2. Berisi Benefit/Keuntungan

Dalam banyak bidang, pembaca mungkin sudah mengetahui keuntungan sesuatu. Namun subyek email Anda yang berisi benefit, akan mengafirmasi pengetahuan mereka, sehingga menjadi lebih yakin. Dan cenderung hal ini menjadi stimulan besar dalam meng-klik email yang berisi benefit.

Contoh:

  1. Penghasilan 5 juta per bulan tanpa harus keluar kantor
  2. Belajar saham 1 hari langsung trade
  3. Satu upaya kecil untuk meningkatkan kunjungan ke website Anda

3. Berisi Pertanyaan

Pertanyaan adalah salah satu penarik perhatian yang baik, karena setiap pembaca yang melihatnya secara selintas, segera akan mencari jawabannya, meskipun dalam hati.

Contoh:

  1. Cape setiap hari waktu habis di jalan dan penghasilan pas-pasan?
  2. Apakah konsumsi buah dapat menurunkan berat badan secara drastis?
  3. Mampukah Jokowi bertahan dalam pemerintahannya selama 5 tahun?

4. Testimoni Pengguna Lain

Testimonial sangat membantu pembaca dalam mengambil keputusan. Masih ingat istilah getok-tular, di mana seseorang yang ingin mencoba sesuatu mereka perlu bukti dulu orang lain sudah menggunakannya. Apalagi jika yang mencoba seorang figur publik. Meskipun lazim digunakan dalam body email, penggunaan testimoni dalam subyek terbukti efektif memancing pembaca untuk mencari tahu lebih lanjut.

Contoh:

  1. Rio Haryanto mantap pakai oli Top One
  2. Mayoritas penduduk jawa tengah menggunakan Honda untuk kegiatan sehari-hari

5. Bagaimana cara mengerjakan sesuatu

Meskipun cara kerja merupakan bagian dari benefit, tapi petunjuk dalam menyelesaikan sebuah masalah masih menarik perhatian pembaca. Anda bisa menggabungkan ‘bagaimana cara’ dengan sebuah ‘benefit’

Contoh

  1. Bagaimana cara memulai usaha tanpa modal?
  2. Bagaimana dengan uang 10 juta bisa keliling Indonesia?
  3. Bagaimana menambah penghasilan tanpa keluar rumah?

Pada dasarnya, setiap subyek email di atas memang perlu pengetesan. Dari 5 besar di atas, mana yang paling efektif untuk pelanggan Anda. Pastikan tidak hanya A/B testing yang Anda lakukan, tapi A-Z testing, untuk menguji banyak kemungkinan email mana saja yang memiliki open rate tinggi.

10 Apr

5 Tips Desain Email Marketing

5 Tips Desain Email Marketing

Menulis email marketing yang efektif adalah hal yang krusial bagi para digital marketer. Seringkali email yang dikirimkan, entah itu tidak dibaca, atau pengguna langsung menekan tombol delete begitu terima. Itupun jika selamat dari spam filter. Desain email marketing adalah salah satu aspek dalam efektifitasnya. Dengan membuat desain yang baik, banyak langkah lebih maju diperoleh dalam meningkatkan open rate sebuah email marketing. Lalu apa saja aspek yang perlu diperhatikan dalam desain email marketing? Berikut beberapa tipsnya:

1. Letakkan Logo selalu di tempat yang sama

Secara konsisten letakkan logo di tempat sama. Usahakan selalu di atas (sebelum bagian email), agar memiliki visibilitas lebih tinggi.

2. Sebisa mungkin ada pratinjau atau preview sebelum membaca keseluruhan

Menurut marketing sherpa, 70% penerima email membaca bagian pratinjau, atau sebagian kecil dari isi email Anda. Jadi pastikan preview ini selalu ada, dan letakkan pesan kunci Anda disitu, sebelum menggirim mereka membaca lebih detail.

3. Batasi jenis font

Sebagai panduan, cukup dua jenis font dalam email Anda. Font untuk header dan satu lagi font untuk badan. Untuk kemudahan baca, gunakan font standar seperti Times New Roman atau Arial. Kecuali jika Anda punya font tersendiri, tetap cukupkan dua jenis saja.

4. Selalu gunakan foto

Ingat bahwa pembaca hanya punya waktu sebentar untuk memerika email masuk yang jumlahnya puluhan hingga ratusan. Pastikan selalu menyertakan foto dengan kualitas baik dan mendukung konten. Dan gunakan alt pada setiap foto yang Anda sisipkan, karena beberapa aplikasi pembaca email mematikan tampilan gambar secara default.

5. Selalu perhatikan space atau ruang kosong dalam email Anda

Meskipun email memiliki ruang yang lebih kecil, tapi bukan berarti kita desain secara desak-desakan. Untuk memastikan pesan terbaca dengan baik, berikan ruang antara headline dengan isi pesan. Beri jarak yang cukup pula untuk gambar.

Sumber gambar:
http://blog.hubspot.com/marketing/email-marketing-examples-list
09 Mar

25 Statistik untuk Email Marketing Efektif

25 Statistik untuk Email Marketing Efektif

Email Marketing Efektif adalah salah satu cara menembus pelanggan dengan biaya relatif rendah dan jangkauan yang besar. Namun belum banyak yang melakukannya di Indonesia. Padahal dengan strategi yang benar, Email Marketing dapat menjadi alat pemasaran yang efektif. Tidak percaya? Berikut 25 statistik yang mungkin akan mengubah pemikiran Anda.

  1. 44% dari penerima email melakukan pembelian berdasarkan promosi yang dilakukan via email. (Convinceandconvert.com)
  2. 33% dari penerima, membuka email hanya berdasarkan judul email. (Convinceandconvert.com)
  3. Hampir separo dari daftar penerima email, aktif membuka atau klik email yang masuk. (Epsilon)
  4. Judul email yang lebih sedikit dari 10 karakter, memiliki open rate sebesar 58%. (Adestra July 2012 Report)
  5. Judul email yang dipersonalisasi (misalnya menyebut nama atau perusahaan) di judul email, memiliki rate 22% lebih besar untuk dibuka. (Adestra July 2012 Report)
  6. Untuk perusahaan B2B, judul email yang berisi ‘uang’, ‘penghasilan’ dan ‘keuntungan’ memilik performa terbaik.  (Adestra July 2012 Report)
  7. 64% penerima akan membuka email setelah membaca judul emailnya. (Chadwick Martin Bailey)
  8. 7 dari 10 orang akan menggunakan kupon atau diskon yang dilampirkan dalam email seminggu sebelum kupon atau diskon tersebut berlaku. (2012 Blue Kangaroo Study)
  9. 39% marketer tidak punya strategi untuk  mobile email. (eConsultancy  2012 Email Marketing industry Census)
  10. 72% pembeli B2B akan berbagi informasi yang bermanfaat via email. (Earnest Agency)
  11. 56% bisnis berencana untuk meningkatkan penggunaan email marketing di tahun depan. (The Small and Midsize Business Email Marketing Survey 2013)
  12. Email yang dikirim hari minggu lebih menghasilkan. (Experian 2012 Q4 Email Benchmark Report)
  13. 27% pelanggan menyebutkan perusahaan favorit mereka harusnya investasi lebih banyak di email.(ExactTarget)
  14. 1 dari 2 marketer menggunakan animated gifs di kampanye email mereka.  (Experian Email Market Study)
  15. Tahun 2013, sekitar 84% dari lalu lintas email adalah spam. (The Radicati Group)
  16. Penghasilan iklan lewat Email mencapai $156 juta di tahun 2012. (Interactive Advertising Bureau)
  17. Email yang memiliki tombol social sharing memiliki click-through rate lebih tinggi 158% persen.  (GetResponse)
  18. Perempuan klik 10% lebih sering daripada laki-laki pada mobile email. (Tailored Mail 2012 Email Marketing Trends)
  19. Pertumbuhan email marketing 10% tiap tahun (Forrester 2011)
  20. 40% marketer B2B menyebutkan lead yang dihasilkan lewat email adalah lead dengan kualitas tinggi.(Software Advice Survey)
  21. Investasi pengeluaran di email marketing setiap $1 akan memperoleh kembalian rata-rata sebesar  $44.25. (Experian)
  22. 82% dari pelanggan akan membuka email dari perusahaan. (Litmus)
  23. 64% dari pengambil keputusan membaca email via mobile. (TopRankBlog)
  24. Ada 3.6 milyar akun email di 2013. (The Radicati Group, Email Statistics Report, 2012-2016)
  25. Di tahun 2016, akun email akan mencapai 4.3 miliar. (The Radicati Group, Email Statistics Report, 2012-2016)

Masih menunggu apalagi untuk memulai marketing via email?

Sumber:

SalesForce

19 Feb

10 Tips Email Marketing yang Berhasil

10 Tips Email Marketing yang Berhasil

Secara statistik, email marketing adalah salah satu kanal di digital yang memperoleh ROI paling tinggi. Email masih paling disukai karena sifatnya yang intrusif, langsung masuk ke dalam inbox. Disamping itu, email masih merupakan layanan favorit yang banyak digunakan dari Internet. Artikel berikut berisi kumpulan tips email marketing yang dapat Anda implementasikan langsung.

Mengirim pesan pemasaran via email bukanlah sekedar kirim secara masal lalu melupakannya. Perlu upaya yang berkesinambungan untuk memperoleh return of investment yang tinggi.

  1. Gunakan E-mail sebagai dialog
    Sifat dasar email adalah untuk berdialog, berdiskusi dan berkomunikasi secara dua arah. Jangan hilangkan sifat dasar ini dengan memberi pesan yang dapat dikembankan menjadi dialog. Dukung mereka untuk berpartisipasi pada sosial media. Ciptakan diskusi. Buatlah materi-materi yang memang menarik untuk didiskusikan.
  2. Lihat lebih jauh daripada hanya sekedar mengandalkan CTR (Click Through Rate)
    Metrik standar memang penting. CTR dan open rate harus tinggi. Namun Anda harus mampu melihat lebih jauh dari situ. Artikel-artikel mana yang disukai. Bagaimana reaksi mereka dalam menghadapi konten tertentu? Kembangkan imajinasi Anda dalam melihat metrik yang ada.
  3. Segmentasi
    Kelompokkan audiens Anda. Bisa berdasarkan demografi, atau jenis bisnis yang mereka geluti. Setelah Anda pahami karakter dan reaksinya, masing-masing segmen, pastinya Anda kembangkan jenis konten yang berbeda pula.
  4. Fokus pada Pesan
    Hindari konten-konten berulang. Hindari pula hard selling secara terus menerus. Email adalah alat untuk berdialog. Selalu perhatikan profile mereka, sehingga Anda bisa mengembangkan konten yang selalu memelihara percakapan antara brand Anda dengan mereka.
  5. Otomatiskan Bila Perlu
    Selain pengukuran yang detail, salah satu keunggulan digital adalah otomatisasi. Sudah tersedia banyak alat-alat untuk otomatisasi email marketing. Misalnya penjadwalan pengiriman, pemicu berdasarkan kebiasaan (jika seseorang klik link tertentu, akan memicu pengiriman email lainnya).
  6. Gabungkan beberapa gaya dan metode
    Jika performa email marketing Anda kurang bagus, upayakan untuk menggabungkan beberapa gaya. Misal dengan desain yang berbeda, atau gaya komunikasi yang lain. Selalu gunakan A/B testing untuk mengetahui mana yang jalan dan mana yang tidak.
  7. Deliverability harus di atas 95%
    Pastikan email Anda masuk ke dalam inbox mereka. Jangan sampai pesan yang dibuat secara hati-hati namun berakhir di folder spam. Pastikan Anda menggunakan tool email marketing yang menjamin hal ini. Hindari kata free, offer dan kata-kata lain yang banyak digunakan spammer.
  8. Selalu uji ulang
    Buat beberapa alternatif judul untuk beberapa jenis audiens. Kombinasikan dengan gambar-gambar berbeda. Lihat reaksi mereka. Demikian lakukan secara terus menerus hingga Anda memahami benar audiens Anda.
  9. Analisa dan Optimasi secara reguler
    Email marketing tidak perlu menggunakan data yang besar untuk dapat dianalisa. Cukup lihat angka-angka di dashboard Anda dan lihat apa yang dapat disimpulkan dari data tersebut. Lakukan ini secara reguler setiap kali Anda mengirim pesan.
  10. Gunakan Social Share
    Saat ini banyak tool email marketing yang memiliki plugin social share. Pastikan Anda menggunakannya. Saat audiens membaca pesan Anda dan mereka menyukainya, mereka dapat membagikannya secara cepat dan otomatis.

 

sumber artikel: marketo